Blog ini mungkin akan hiatus selama 10 hari atau lebih. Mengikuti kewajiban sebagai seorang pelajar, mulai tanggal 1 Juni besok saya akan mengikuti ulangan umum kenaikan kelas. Untuk tes pertama hari senin besok ada Matematika sama Agama. Doain berhasil yaa...
Cuma, gila aja. Sudah tesnya terburu-buru banget, tugas-tugas juga padea numpuk. Terutama Bahasa Indonesia yang suruh bikin macam-macam karya satra. Stroke!! mana lagi nggak mood buat nulis, dan komputer dirumah lagi diservis. Aduh...pusing.
Maaf kalau posting kali ini isinya cuma informasi beginian dan curhatan kurang penting. Saat ini saya memang lagi membutuhkan tempat buat cerita-cerita isi hati saya yang kebetulan lagi kacau ini. Sekarang ada beban mental dari tes yang entah kenapa saya malah susah dan nggak ada mood buat belajar. Sebentar lagi Insya Allah naik ke kelas tiga dan pasti akan lebih bikin pusing. Jadi, biarkan saya berdoa sejenak.
Ya Allah, berikanlah kekuatan pada hamba-Mu ini.... berikan aku keberanian dan kesiapan mental menghadapi ujian di esok lusa dan seterusnya.
Ya Allah, permudahlah jalanku dan teman-temanku semuanya untuk menghadapi ujian... luluskanlah kami semua dengan nilai yang melegakan hati kami dan orang tua kami.
Amin
Sekian posting hari ini.
Salam Dangdut Selalu,
Agoenkz
Walaupun belum pernah disurvey, saya yakin kalau seluruh sekolah di seantero nusantara ini memiliki cerita seram seputar 'dunia lain'. Saya pernah baca di sebuah buku, kalau yang namanya makhluk dari dunia lain suka pada tempat yang memiliki aura emosional dan 'kotor'. Nah, di sekolah itulah para remaja yang baru masa puber berkumpul. Namanya masa puber, kita sulit mengontrol emosi, terus juga mulai mengenal tanda-tanda aqil baligh kayak mimpi basah-buat anak cowok, dan tentunya datang bulan buat anak cewek. Dua hal itu sudah cukup potensial mendatangkan godaan. Apalagi kalau WC sekolah kotor, tanah bangunannya bekas makam, waah.
Dan inilah mengapa saya menulis cerita ini; SEKOLAH SAYA ANGKER. Serius, bukan bermaksud menakut-nakuti. Jangan pula, kalian yang mau sekolah ditempat saya jadi batal. Saya cuma bermaksud berbagi cerita dan meminta pembaca blog semua untuk hati-hati karena 'mereka' memang ada.
Berdasarkan guru saya-yang punya indera keenam, ada beberapa titik tertentu yang memang dipenuhi bangsa ghaib. Antara lain
- Lokal kelas X-XI IPS 1 (the tunnel to another world)
- Aula sekolah-terutama toiletnya (the hall of ghost mansion)
- Laboratorium TIK (the forest of hollows)
- Pojok kiri belakang sekolah (the gate on the corner)
- Mushola bagian timur (the house of representative)
- Toilet belakang (the rooms)
- Ruang kesenian (the crib)
Kalau jenis hantunya sih, ada beberapa yang sudah pernah diceritakan;
- Pocong (banyak, terutama di sektor 1 dan 2)
- Kuntilanak
- The hunchback geezer in the wall
- The crying woman
- Midget brat
- Blood hunter,
- dll yang namanya belum dipikir
Ngeri nggak? Gara-gara begitu banyaknya, sering pada takut kalau mau ngapa-ngapain di sekolah. Belum lagi suka ada rumor kalau ada hantu yang ngikutin kita sepulang sekolah. Hiii.
Kata guru saya lagi, kelas saya dulunya merupakan bekas makam penduduk pribumi ada masa penjajahan dulu dan di sektor 4 banyak terdapat jimat-jimat dan pusaka yang mempunyai kekuatan mistis. Terus, kalau sektor 1 dilihat pakai mata batin, tempat itu akan terlihat seperti sebuah terowongan gelap dengan begitu banyak orang yang meringkuk bertangisan memenuhi terowongan itu.
Sampai sekarang untungnya saya belum pernah diganggu ataupun diperlihatkan wujud para 'tetangga' itu, dan saya pun tak mengharapkan bisa bertemu mereka suatu hari. Cukuplah keberadaan mereka hanya menjadi pengingat bahwa Allah adalah Dzat Maha Pencipta yang memiliki kekuasaan tak berbatas atas segala makhlukNya. Takut bukan masalah, toh mereka memang punya perwujudan yang seram-seram. Tapi jangan sampai ketakutan kita berlebihan dan mengalahkan ketakutan kita akan siksaNya. Pokoknya, tak perlu terlalu takut pada hantu!
nb:teman saya pernah kirim sms ke guru yang punya mata batin itu. Bukan nanya tugas atau ulangan, tapi tanya apa benar dia diikuti makhluk ghaib atau tidak
Biasanya ketika kita terkena kesialan beruntun, akan ada satu peribahasa yang tepat untuk diucapkan; "Sudah Jatuh Tertimpa Tangga". Tapi kali ini, kata tertimpa tangga saya ganti dengan menimpa paku. Soalnya kesialan ini memang cukup memalukan dan menghujam (walah..bahasanya...) perasaan. Apalagi ini melibatkan saya dan teman-teman sekelas XI IPS 1.
Ceritanya begini....
Sejak dua minggu lalu -kalau nggak salah- ada acara seru di sekolah. Kompetisi olahraga bola basket dan bola voli. Masing-masing ada buat anak cowok dan ada juga buat anak cewek. Masing-masing kelas wajib mengirim perwakilan untuk bertanding. Kalau tidak, terkena denda lima puluh rebai rupiah. Terpaksa ikutan deh...

Payahnya, pertandingan selalu diadakan sore hari secara bergiliran. Ada tiga tim yang bertanding untuk masing-masing cabang. Baik cewek maupun cowok. Kelas saya mendapat giliran pertama untuk pertandingan voli putri hari sabtu lalu. Dan dengan didukung enam anak perempuan -pastinya lah-, kamipun maju dengan semangat Espada Stark. Dan hasilnya jelas, terbantai dua set berturut-turut dengan selisih angka lebih dari lima poin. Wah...

Next, tepat setelah pertandingan volly putri yang berakhir memalukan, giliran anak-anak cowok yang bermain basket. Awalnya semua terlihat biasa, optimis, ada juga yang cukup serius hingga membawa kaos ukuran XXL untuk ikutan bertanding-untung nggak jadi. Beberapa saat kemudian, peluit berbunyi dan pertandingan dimulai. Anak-anak perempuan yang baru saja kalah main voli berteriak-teriak histeris lebay gimana gitu. Bahkan ada juga yang memanggil-manggil nama Tun Fang Xiang (sorry kalau salah, saya jarang nonton hot shot). Pertandingan ini cukup lucu juga karena ada pemain pura-pura jatuh di area keranjang kayak diving di permainan sepak bola. Ada juga yang teriak "Off Side! Off Side!" ketika bola dioper melewati pemain belakang. Lebay. Lagi-lagi kami kalah dengan selisih tujuh angka *_*.
Dan baru hari senin lalu, kami bertanding lagi. Kali ini voli untuk anak cowok. Oke, semuanya sudah siap kecuali saya. Aku tidak bawa kaos olahraga!! Tapi tenang, kali ini semua anak cowok-total 10 orang pada berangkat semua (kemarin cuma datang delapan). Saya siap jadi suporter. Tapi..... dua orang hilang, satu orang emang nggak mampu main. Dan mau tak mau, saya yang lack sports talent dan paling-paling cuma 'agak bisa' serve ini harus main.
Awalnya mungkin baik-baik saja, kami sempat unggul, tapi anak-anak kelas sepuluh itu memang cukup pintar main ego. Skor turun naik. Berkali-kali saya gagal mengembalikan bola karena nervous. Saya juga dapat beberapa kesempatan serve. Sayang, team leader nggak percaya sama saya sehingga sebagian besar peluang itu hilang. Padahal, satu-satunya serve saya kemarin bisa lancar. Huh, jadi orang lack talent memang kadang menyebalkan. Set pertama selesai dengan kekalahan.
Set kedua dimulai. Saya diganti setelah lawan mendapat delapan skor. Nggak ada perubahan berarti. Tetap kalah, bahkan dengan selisih lebih besar dibanding set pertama.
Tamat
Nah, gimana nggak malu? kalah tiga kali berturut-turut. Dua diantaranya kalah dari anak kelas satu. Semuanya kalah dengan skor telak. Dan tahukah, setelah kalah itu, kami semua berfoto-foto, mengancam wasit, dan bersorak bersama tanpa rasa malu. Pain In The A**!!!
Tapi yang paling nggak bisa saya lupa adalah tampang lawan-lawan kami saat bersalaman usai pertandingan. Mereka tersenyum cengengesan penuh kepuasan sambil menjabat tangan dan bilang kalau 'seharusnya kami yang menang'. Sambil memendam rasa sebal dan dongkol, saya selamati mereka dengan memikirkan assassination plot yang jitu untuk mereka. Bwa Ha Ha Ha Ha Ha....... (evil) (stress)
update:cerita ini akhirnya sempurna menjadi 'sudah jatuh tertimpa paku' dengan kekalahan tim basket cewek hari sabtu 23 mei lalu
Kali ini, biar isi blog ini sedikit mutu, saya mau coba bikin review acara televisi. Review ini asli dari pikiran saya sendiri. Ini pendapat saya tentang acara
"Be A Man"-Global TV.

Oke, saya tahu ini jelas sudah sangat telat. Tapi berhubung baru ingat sekarang, ya saya tulisnya sekarang. Sebelumnya, Be A Man itu acara apaan sih? Gini, setahu saya Be A Man itu sebuah kompetisi bagi para laki-laki yang telah mengubah diri menjadi perempuan (banci). Sesuai judul acara ini, mereka dilatih dan diuji mentalnya untuk kembali menjadi lelaki sejati. Reality Show yang menurut saya berani, seru, dan berbuah positif.
Dulu saya sempat nonton Angkatan 1 dan saya sukses dibuat terpingkal-pingkal oleh tingkah para om-om kemayu itu. Ada jerit-jerit gara-gara takut jatuh waktu main panjat tebing, ada yang mempermak kaos Be A Man jadi cewek banget, ada yang bingung kehilangan make-up dan lain-lain. Sementara saya terpingkal-pingkal, ibu saya terus mengucap
naudzubillah mindzalik.
Sekarang pas saya udah banyak belajar cara mengamati yang benar, saya tak lagi tertawa-tawa. Dan saya merasa untuk kemudian hari acara ini perlu diperbaiki dalam beberapa hal.
- Sistem eliminasinya mestinya jangan mencari satu orang yang bisa jadi 'A Man' terus yang belum benar kondisinya disisihkan, tapi sisihkan satu-satu yang udah 'sembuh'. Jadi mereka semua bisa betul-betul tobat.
- Jangan lagi memanggil para peserta dengan nama mereka sebagai 'wanita'. Panggil mereka dengan nama yang manly dan wajar.
- Pemberian latihan kemiliteran memang bagus, tapi lebih bagus lagi kalau ada pencerahan agama.
- Jangan biarkan para peserta membawa serta peralatan mereka yang mencerminkan seorang banci.
- Suruh para peserta cukur rambut.
Nah, itu saran saya. Mudah-mudahan aja kalau Global TV memang berniat baik membuat para peserta Be A Man itu tobat, saran ini bisa dipertimbangkan. Jujur saya pikir Be A Man bisa menjadi Reality Show yang berdampak positif bagi para peserta dan pemirsanya. Bukan sekedar hiburan semata.
Salah satu jenis seni hiburan yang sempat lama tidak terdengar tiba-tiba mengeluarkan gaungnya lagi. Namanya sulap, atau lebih dikenal dengan magic (kurang penting...). Jenisnya beragam, mulai dari mentalis, hipnotis, ilusionis, klasik, kanuragan(yang ini ngarang), dan lain-lain. Yang jelas, gara-gara acara
The Master-RCTI, sekarang yang namanya magic-apapun itu jenisnya, sedang kembali naik derajat dalam ranah hiburan dan layar televisi Indonesia. Demam ilmu menipu mata orang ini pun merambah sampai ke sekolah saya yang terletak di pelosok selatan Jawa Tengah ini.
Teman-teman saya termasuk kadang-kadang saya sendiri, selalu mencoba-coba meniru aksi-aksi sulap yang ditayangkan di TV itu. Sering juga bikin trik sendiri meskipun hasil akhirnya payah. Yang pasti, pengecualian untuk trik yang mempertaruhkan nyawa macam Limbad. Kita masih muda, belum siap mati.
Sampai sini mungkin kalian akan bingung dan berkata;"What the hell are you trying to say?"
Oke, yang saya mau bilang adalah;"Coba lihat para magician macam Deddy Corbuzier, Demian, Rommy Rafael. Dengan keahlian unik mereka, kita sukses terhibur, terinspirasi, dan bahkan mengidolakan mereka. Kehidupan mereka pun tentu sukses, tak kalah dengan yang menjadi dokter, insinyur, penyanyi, pemain band, politisi, penulis, dan sebagainya. Inilah bukti bahwa setiap orang tercipta dengan bakat dan minat mereka masing-masing. Keberhasilan mereka adalah dikarenakan keberanian mereka menghadapi tantangan hidup, kreatifitas mereka, dan kelihaian mereka memanfaatkan peluang. Karena itu, kita tak boleh ragu memilih antara dua pilihan, menghadapi hidup, atau pasrah. Jadikan para magician itu sebagai pemicu semangatmu untuk membuat magic-mu sendiri! itulah yang coba saya teriakkan pada diri saya sekarang ini."
Create Your Greatest Magic In Your Life As Great As Possible

btw, Joe Sandy is my favourite amongst all The Master Candidate. Congratulation for you Joe!
Katanya sebentar lagi ada The Master 3 ya? Seru dong. Tapi mudah-mudahan sinyal RCTI di tempat saya nggak sejelek waktu season 1 dan 2 dulu.