The Bali Trilogy : Part 1
12.50 | Author: Agoenkz
Holla! Akhirnya di Salaman berdiri warnet baru. Kecepatannya lumayan tinggi. Buat buka situs blogger aja nggak nyampe lima belas detik. Bisa ngeblog selama liburan! Tapi, kenapa jadi ngomongin warnet?

Jadi gini, sejak Jum'at minggu lalu saya ikutan wisata sekolah ke pulau Bali. Ini adalah kunjungan kedua saya kesana-yang pertama waktu SMP dulu. Saya berangkatnya bareng teman-teman sekelas dan sekitar 200-an anak kelas dua naik lima bus. Berangkatnya Jum'at 19 Juni jam 07.00 lebih sedikit. Kita nyebrang via ferry dari Ketapang dan berlabuh di Gilimanuk. Kapal berlayar jam 02.00 WIB terus sampainya sekitar jam 04.00 WITA. Habis itu, bus langsung meluncur ke Tanah Lot. Saat inilah yang tepat untuk tidur...

Aan lagi tidur...

Dan ketika bangun.... belum nyampai. Jalanan macet berat. Man.... ini periode paling nggak ngenakin selama di Bali. Baru juga menginjakkan kaki di Pulau ini sebentar sudah bertemu kesan
nggak enak. Apalagi bus saya tertinggal dari bus yang lain. Selagi kita bermacet-macet, mereka sudah bersuka-suka di Pantai. Sumpah, boring abis. Anak-anak mulai mencak-mencak teriak-teriak. Tapi saya nggak ikutan. Kasihan Supirnya yang sudah rela melek sehari semalam cuma buat mengantar kami semua dengan selamat sampai ke Bali. I'm a good boy...*kesetrum*

Akhirnya hari Sabtu jam sebelas sampai di Tanah Lot. Ini jelas-jelas melenceng jauh dari jadwal yang mestinya jam tujuh *_*, but it's okay. Lagipula saya 'kan sudah pernah kesini, no problem. Di pantai ini kita-terutama teman sekelas saya- berfoto-foto. Sayangnya karena saking padatnya jadwal, nggak sempatlah kita mendapat siraman air suci dan ketemu ular putih. *Padahal saya berharap jerawat saya hilang semua setelah disiram air itu...*

Ini dia yang berhasil ketangkep kamera 2 megapiksel K530i saya...

Foto apaan nih??

Lanjut!
Ke hotel Bali Utama dulu buat check in sama isoma. Oh ya, berhubung keterbatasan jumlah kamar, anak-anak bus dua dan tiga-termasuk saya juga- tidak check in di hotel ini. Kita cuma numpang mandi, solat, sama makan doang. Nggak enak juga sih numpang, mandi kudu cepet-cepet, kalau BAB kudu mengejang kuat-kuat. Saking kesusunya ada orang yang nggak sempat sikat gigi segala..... X_X untung sehabis itu dia langsung pinjem odol saya buat sikat gigi.

Nggak usah banyak cincong lagi, wisata berlanjut ke kompleks 'Achropolis' Garudha Wisnu Kencana (GWK). Dulu waktu SMP sempat juga mau kesini, tapi batal. Sekarang kesampaian juga. Awalnya saya pikir akan jadi wisata yang bikin boring. Saya kira cuma ngelihat patung dan foto-foto doang di sekitar patung itu. Ternyata nggak! Yang namanya GWK itu lebih menyerupai kompleks kota kecil. Bangunan dan tata tempatnya mirip-mirip gitu dengan pegunungan Achropolis di Yunani sana. Ada galeri seni, museum, amphitheater dan taman-taman. Hebatnya lagi, semua bangunan disana dipahat dari pegunungan kapur yang memang asli berdiri di desa itu. Keren bro!

Kiri :
Badan Dewa Wisnu

Kanan :
Wisnu Dimas (teman saya) berlatar belakang Garudha





Kiri : Saya (Agoenkz)

Kanan : Kawasan yang belum dipugar





Well, patung Dewa Wisnu yang menunggang Garudha sendiri baru jadi sekitar 30 persen. Itupun belum disambung-sambung. Baru jadi bagian badan keatas, dua tangan dan wajah si Garudha. Kalau sudah selesai semuanya, rekor dunia untuk patung tertinggi akan disabet patung ini. Semoga bisa selesai deh.

Nah, sekarang trade mark-nya Bali nih. Pantai Kuta. Jangan khawatir, karena dalam postingan ini kamu tidak akan menjumpai secuil pun foto Pantai Kuta ataupun Toko Joger. Maaf deh, soalnya waktu kesana sudah hampir maghrib dan sampai ke Pantai Kuta-nya pun sudah hampir jam 06.30 WITA. Kamera HP saya mana bisa motret dengan jelas. Lagipula apa yang bisa difoto? Turis sudah pulang semua, Sunset sudah lewat. Cih! Sama saja dengan dulu! *kecuali turis-turisnya itu...*

Jadilah kita serombongan hanya mampir ke Joger dan jalan-jalan seputar jalan Kuta. Di Joger saya nggak beli kaos lagi kayak dulu. Cuma beli tas sama sandal jepit. Disana masih tetap sumpek dan ramai luar biasa kayak Pasar Salaman menjelang Lebaran. Sempat panik karena terpisah dari rombongan sebentar. Untunglah, berkat teknologi bernama HP, semuanya bisa berkumpul kembali. Dengan naik minibus (sekarang nggak ada komotra lagi ya?) membayar tiga ribu, sampailah ke Kuta yang sudah gelap gulita.

Saya dan tiga orang teman -yang selalu bersama sepanjang wisata ini- jalan kaki di sisi jalan yang berbeda. Niat kita mencari restoran buat makan bareng syukuran karena salah satu dari kami mendapat rangking enam. Akhirnya kami berempat berbelok ke Pizza Hut. Percaya atau tidak, saya hanya membayar lima ribu untuk makan pizza seharga enam puluh ribu lebih. Sisanya? ya dibayarin yang rangking enam lah....

Bencana terjadi disini. Karena kelamaan nunggu pizza matang, peserta yang lain sudah jalan duluan menuju mini bus yang mengantar kami menuju hotel. Singkatnya, kami berempat ketinggalan di depan Pizza Hut. Panik? jelas! Namanya turis domestik yang baru dua kali ke Bali, tertinggal rombongan sama saja fatal. Kita berempat sampai hampir nangis mengingat nasib. Belum lagi kalau bisa pulang pasti akan dijewer guru. Bisa-bisa dihukum pula. Berikut seklumit dialog :

AG :"Duh, gimana ini, bisa dijewer kita sama bu E****" (saya tak mau menulis nama aslinya)
DK :"Itu juga kalau bisa pulang!!"
EV :"Eh! lihat tuh!" (menunjuk seberang jalan)

Ketika menoleh terlihatlah Bu E**** yang kami maksud sedang berjalan santai bersama peserta wisata lainnya. THANKS GOD!!! Pengen rasanya memeluk dia....
Dan saat itulah pizza matang. Maka dengan gembira, kami segera berjalan mengejar rombongan kami. Pizza dimakan dijalan dan akhirnya habis didalam minibus. Oh, sempat ada hal lucu disini. Ketika sedang meninggalkan Pizza Hut, kami sempat beriringan dengan beberapa turis asing. Diantara mereka ada sepasang ibu dan anak. Tiba-tiba balon yang dibawa si anak jatuh dan... Dor!! Pecah. Si ibu dan para wisatawan asing itu refleks menoleh. Kontan saja dialog berikut terjadi.

EV :(terkejut mendengar balon pecah, mengira anak itu dan ibunya turis asing)"OH MY GOD!!!"
Ibu:(melipur anaknya)"Nggak apa-apa dek. Nanti kita beli lagi."
EV : #@!!!%$@##!!!

Buru-buru kami kabur.

Bersambung....

Nb:maaf kalau blog ini berat kebanyakan gambar
EV : Evan
AG : Agoenkz
DK : Dicky
sorry kalau ceritanya agak beda
saya habis sepuluh ribu buat ngeblog ini

Hari-hari hiatus
12.29 | Author: Agoenkz
Cukup lama sudah hiatus. Apa saja yang saya kerjakan selama itu?
  1. Menyelesaikan tes kenaikan kelas. Alhamdulillah lancar biarpun PKn remidi
  2. Pentas seni yang seru kamis kemarin
  3. Ngerjain tugas bahasa Indonesia yang sering banget tersendat
  4. Menyelesaikan beberapa lagu untuk sebuah proyek
  5. Menghabiskan pulsa buat internetan nggak penting
  6. Mengurusi wisata ke Bali yang selesai dengan baik meskipun ada 'sedikit insiden'
Nah, apa saja yang terjadi selama itu?
  1. Manohara Odelia Pinot pulang ke Indonesia, selesai menjalani visum dan sangat sering tampil dan cerita-cerita di TV
  2. Kasus Prita Mulyasari akhirnya mencuat ke publik dan mulai diperhatikan masyarakat. Bu Prita sendiri sedang menjalani tahanan kota dan RS Omni int. mendapat banyak tuntutan pasien (sokooorrr!!!!)
  3. Ada pesawat jatuh lagi....
  4. Makin banyak perceraian diantara selebritis (tak usah disebutkan)
  5. Kampanye dan temu capres-cawapres terjadi setiap hari dan semakin memanas
  6. Ambalat kembali menjadi masalah sorotan
  7. Lagi-lagi TKW Indonesia dianiaya oleh majikannya di Malaysia
Yup, kali ini hanya sedikit posting kecil sebagai pertanda kalau saya masih hidup. Tak ada cerita khusus yang ingin saya bagi hari ini.
Cerita di akhir semester
11.01 | Author: Agoenkz

Blog ini mungkin akan hiatus selama 10 hari atau lebih. Mengikuti kewajiban sebagai seorang pelajar, mulai tanggal 1 Juni besok saya akan mengikuti ulangan umum kenaikan kelas. Untuk tes pertama hari senin besok ada Matematika sama Agama. Doain berhasil yaa...

Cuma, gila aja. Sudah tesnya terburu-buru banget, tugas-tugas juga padea numpuk. Terutama Bahasa Indonesia yang suruh bikin macam-macam karya satra. Stroke!! mana lagi nggak mood buat nulis, dan komputer dirumah lagi diservis. Aduh...pusing.

Maaf kalau posting kali ini isinya cuma informasi beginian dan curhatan kurang penting. Saat ini saya memang lagi membutuhkan tempat buat cerita-cerita isi hati saya yang kebetulan lagi kacau ini. Sekarang ada beban mental dari tes yang entah kenapa saya malah susah dan nggak ada mood buat belajar. Sebentar lagi Insya Allah naik ke kelas tiga dan pasti akan lebih bikin pusing. Jadi, biarkan saya berdoa sejenak.

Ya Allah, berikanlah kekuatan pada hamba-Mu ini.... berikan aku keberanian dan kesiapan mental menghadapi ujian di esok lusa dan seterusnya.

Ya Allah, permudahlah jalanku dan teman-temanku semuanya untuk menghadapi ujian... luluskanlah kami semua dengan nilai yang melegakan hati kami dan orang tua kami.

Amin

Sekian posting hari ini.

Salam Dangdut Selalu,

Agoenkz

Horror at School
13.34 | Author: Agoenkz
Walaupun belum pernah disurvey, saya yakin kalau seluruh sekolah di seantero nusantara ini memiliki cerita seram seputar 'dunia lain'. Saya pernah baca di sebuah buku, kalau yang namanya makhluk dari dunia lain suka pada tempat yang memiliki aura emosional dan 'kotor'. Nah, di sekolah itulah para remaja yang baru masa puber berkumpul. Namanya masa puber, kita sulit mengontrol emosi, terus juga mulai mengenal tanda-tanda aqil baligh kayak mimpi basah-buat anak cowok, dan tentunya datang bulan buat anak cewek. Dua hal itu sudah cukup potensial mendatangkan godaan. Apalagi kalau WC sekolah kotor, tanah bangunannya bekas makam, waah.

Dan inilah mengapa saya menulis cerita ini; SEKOLAH SAYA ANGKER. Serius, bukan bermaksud menakut-nakuti. Jangan pula, kalian yang mau sekolah ditempat saya jadi batal. Saya cuma bermaksud berbagi cerita dan meminta pembaca blog semua untuk hati-hati karena 'mereka' memang ada.

Berdasarkan guru saya-yang punya indera keenam, ada beberapa titik tertentu yang memang dipenuhi bangsa ghaib. Antara lain
  1. Lokal kelas X-XI IPS 1 (the tunnel to another world)
  2. Aula sekolah-terutama toiletnya (the hall of ghost mansion)
  3. Laboratorium TIK (the forest of hollows)
  4. Pojok kiri belakang sekolah (the gate on the corner)
  5. Mushola bagian timur (the house of representative)
  6. Toilet belakang (the rooms)
  7. Ruang kesenian (the crib)
Kalau jenis hantunya sih, ada beberapa yang sudah pernah diceritakan;
  1. Pocong (banyak, terutama di sektor 1 dan 2)
  2. Kuntilanak
  3. The hunchback geezer in the wall
  4. The crying woman
  5. Midget brat
  6. Blood hunter,
  7. dll yang namanya belum dipikir
Ngeri nggak? Gara-gara begitu banyaknya, sering pada takut kalau mau ngapa-ngapain di sekolah. Belum lagi suka ada rumor kalau ada hantu yang ngikutin kita sepulang sekolah. Hiii.
Kata guru saya lagi, kelas saya dulunya merupakan bekas makam penduduk pribumi ada masa penjajahan dulu dan di sektor 4 banyak terdapat jimat-jimat dan pusaka yang mempunyai kekuatan mistis. Terus, kalau sektor 1 dilihat pakai mata batin, tempat itu akan terlihat seperti sebuah terowongan gelap dengan begitu banyak orang yang meringkuk bertangisan memenuhi terowongan itu.

Sampai sekarang untungnya saya belum pernah diganggu ataupun diperlihatkan wujud para 'tetangga' itu, dan saya pun tak mengharapkan bisa bertemu mereka suatu hari. Cukuplah keberadaan mereka hanya menjadi pengingat bahwa Allah adalah Dzat Maha Pencipta yang memiliki kekuasaan tak berbatas atas segala makhlukNya. Takut bukan masalah, toh mereka memang punya perwujudan yang seram-seram. Tapi jangan sampai ketakutan kita berlebihan dan mengalahkan ketakutan kita akan siksaNya. Pokoknya, tak perlu terlalu takut pada hantu!

nb:teman saya pernah kirim sms ke guru yang punya mata batin itu. Bukan nanya tugas atau ulangan, tapi tanya apa benar dia diikuti makhluk ghaib atau tidak
Sudah Jatuh Menimpa Paku
14.09 | Author: Agoenkz
Biasanya ketika kita terkena kesialan beruntun, akan ada satu peribahasa yang tepat untuk diucapkan; "Sudah Jatuh Tertimpa Tangga". Tapi kali ini, kata tertimpa tangga saya ganti dengan menimpa paku. Soalnya kesialan ini memang cukup memalukan dan menghujam (walah..bahasanya...) perasaan. Apalagi ini melibatkan saya dan teman-teman sekelas XI IPS 1.

Ceritanya begini....
Sejak dua minggu lalu -kalau nggak salah- ada acara seru di sekolah. Kompetisi olahraga bola basket dan bola voli. Masing-masing ada buat anak cowok dan ada juga buat anak cewek. Masing-masing kelas wajib mengirim perwakilan untuk bertanding. Kalau tidak, terkena denda lima puluh rebai rupiah. Terpaksa ikutan deh...

Payahnya, pertandingan selalu diadakan sore hari secara bergiliran. Ada tiga tim yang bertanding untuk masing-masing cabang. Baik cewek maupun cowok. Kelas saya mendapat giliran pertama untuk pertandingan voli putri hari sabtu lalu. Dan dengan didukung enam anak perempuan -pastinya lah-, kamipun maju dengan semangat Espada Stark. Dan hasilnya jelas, terbantai dua set berturut-turut dengan selisih angka lebih dari lima poin. Wah...



Next, tepat setelah pertandingan volly putri yang berakhir memalukan, giliran anak-anak cowok yang bermain basket. Awalnya semua terlihat biasa, optimis, ada juga yang cukup serius hingga membawa kaos ukuran XXL untuk ikutan bertanding-untung nggak jadi. Beberapa saat kemudian, peluit berbunyi dan pertandingan dimulai. Anak-anak perempuan yang baru saja kalah main voli berteriak-teriak histeris lebay gimana gitu. Bahkan ada juga yang memanggil-manggil nama Tun Fang Xiang (sorry kalau salah, saya jarang nonton hot shot). Pertandingan ini cukup lucu juga karena ada pemain pura-pura jatuh di area keranjang kayak diving di permainan sepak bola. Ada juga yang teriak "Off Side! Off Side!" ketika bola dioper melewati pemain belakang. Lebay. Lagi-lagi kami kalah dengan selisih tujuh angka *_*.

Dan baru hari senin lalu, kami bertanding lagi. Kali ini voli untuk anak cowok. Oke, semuanya sudah siap kecuali saya. Aku tidak bawa kaos olahraga!! Tapi tenang, kali ini semua anak cowok-total 10 orang pada berangkat semua (kemarin cuma datang delapan). Saya siap jadi suporter. Tapi..... dua orang hilang, satu orang emang nggak mampu main. Dan mau tak mau, saya yang lack sports talent dan paling-paling cuma 'agak bisa' serve ini harus main.

Awalnya mungkin baik-baik saja, kami sempat unggul, tapi anak-anak kelas sepuluh itu memang cukup pintar main ego. Skor turun naik. Berkali-kali saya gagal mengembalikan bola karena nervous. Saya juga dapat beberapa kesempatan serve. Sayang, team leader nggak percaya sama saya sehingga sebagian besar peluang itu hilang. Padahal, satu-satunya serve saya kemarin bisa lancar. Huh, jadi orang lack talent memang kadang menyebalkan. Set pertama selesai dengan kekalahan.

Set kedua dimulai. Saya diganti setelah lawan mendapat delapan skor. Nggak ada perubahan berarti. Tetap kalah, bahkan dengan selisih lebih besar dibanding set pertama.

Tamat

Nah, gimana nggak malu? kalah tiga kali berturut-turut. Dua diantaranya kalah dari anak kelas satu. Semuanya kalah dengan skor telak. Dan tahukah, setelah kalah itu, kami semua berfoto-foto, mengancam wasit, dan bersorak bersama tanpa rasa malu. Pain In The A**!!!

Tapi yang paling nggak bisa saya lupa adalah tampang lawan-lawan kami saat bersalaman usai pertandingan. Mereka tersenyum cengengesan penuh kepuasan sambil menjabat tangan dan bilang kalau 'seharusnya kami yang menang'. Sambil memendam rasa sebal dan dongkol, saya selamati mereka dengan memikirkan assassination plot yang jitu untuk mereka. Bwa Ha Ha Ha Ha Ha....... (evil) (stress)

update:cerita ini akhirnya sempurna menjadi 'sudah jatuh tertimpa paku' dengan kekalahan tim basket cewek hari sabtu 23 mei lalu